Mendorong Mahasiswa Kuliah ke Luar Negeri dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing Bangsa



Di zaman yang serba canggih ini, jarak bukanlah lagi halangan dalam menuntut ilmu. Kita sering mendengar istilah “tuntutlah ilmu sampai ke negeri China”. Maksud tersirat dari kalimat ini adalah mengajarkan kita untuk menuntut ilmu tidak hanya di negeri kita namun menuntut ilmu sampai jauh ke negeri orang. Dengan menuntut ilmu sampai ke luar negeri, kita akan banyak belajar hal-hal baru yang tidak kita dapatkan di negeri kita. Akan menambahkan pengalaman kita secara maksimal.
Pemerintah saat sekarang ini telah melakukan berbagai cara untuk mendorong minat mahasiswa untuk kuliah di luar negeri, mulai dari berbagai beasiswa yang telah disediakan oleh pemerintah untuk mahasiswa-mahasiswa yang ingin kuliah di luar negeri. Sekarang kuliah di luar negeri tidak hanya bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar saja yang memiliki berbagai akses informasi untuk menuju kesana. Namun, kuliah sampai ke luar negeri juga untuk anak-anak bangsa yang tinggal di pelosok-pelosok desa yang pada dulunya dianggap hanya sebagai mimpi saja dikarenakan mereka tinggal jauh dari kota-kota besar yang memiliki akses lengkap. Sekarang hal tersebut tidak menjadi masalah lagi, baik anak-anak yang berada di kota maupun anak-anak yang berada di pelosok desa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk bisa melanjutkan sekolah/ kuliahnya sampai ke luar negeri. Dan masalah biayanya pemerintah telah menyediakannya dalam bentuk beasiswa.
Duta besar Inggris, Moazzam Malik mengatakan bahwa jumlah mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Inggris masih sedikit. Hal ini berbanding terbalik dengan jumlah mahasiswa tetangga yaitu Malaysia dan Singapura yang banyak mahasiswanya kuliah di Inggris. Padahal berdasarkan jumlah penduduk Indonesia lah penduduknya terbanyak dibandingkan dengan negara tersebut. Total mahasiswa Malaysia berjumlah sekitar 15 ribuan. Sedangkan Indonesia hanya sekitar tiga ribuan (Okezone, 18 November 2016).
China dan India merupakan negara dengan jumlah mahasiswanya kuliah di luar negeri yang banyak. Karena masyarakat China dan India memiliki pandangan bahwa pendidikan merupakan investasi yang utama dan penting bahkan lebih penting dari kebutuhan pangan dan juga barang-barang konsumtif lainnya seperti gadget dan lain sebagainya. Bahkan sebagian dari merek rela berhutang untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Karena dengan berpendidikan dan memiliki ilmu kita akan mampu berdiri dan berdikari di kaki sendiri. Percepatan pertumbuhan suatu negara sangat ditentukan oleh kualitas sumberdaya manusia yang dimiliki oleh Negara tersebut. Dengan menuntut ilmu di luar negeri tidak hanya mendapatkan ilmu akademiknya saja namun lebih dari itu yaitu ilmu dalam melakukan adaptasi terhadap lingkungan sekitar. Selain itu dengan kuliah di luar negeri akan meningkatkan kemampuan dalam berfikir kritis serta kemampuan dalam menyelesaikan masalah dengan melihat berbagai sudut pandang yang berbeda dan juga melatih dan meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi. Hal inilah yang sangat diperlukan dalam persaingan global pada saat sekarang ini.
Sebagian besar mahasiswa yang pernah mengenyam pendidikan di luar negeri mengatakan bahwa nilai tambah mereka selama kuliah disana yaitu kemampuan soft skills  mereka yang cendrung meningkat. Dan suasana kuliah disana juga mendukung mereka untuk berfikir kritis karena system pengajaran disana yang mengedepankan diskusi dan mengeluarkan pendapat secara terbuka sehingga hal ini membuat mahasiswa yang pernah kuliah di luar negeri sudah terbiasa dan terlatih dalam memahami dan menyelesaikan masalah dengan menggunakan berbagai sudut pandang agar mendapatkan solusi yang terbaik dari masalah tersebut. Dengan memiliki ilmu tidak hanya wawasan akademik dan juga memiliki soft skill maka generasi muda Indonesia akan mampu menghadapi dan menjawab tantangan kedepannya yang jauh lebih sulit dan lebih besar dibandingkan dengan saat ini. karena kepada generasi-generasi muda inilah nantinya yang akan meneruskan bangsa ini kedepannya. Maju atau tidaknya suatu bangsa tersebut kedepannya bisa dilihat dari keadaan generasi mudanya pada saat ini. jika generasi mudanya peka terhadap lingkungan dan tidak bersifat konsumtif yang terlalu berlebihan maka ada terlihat sebercik cahaya untuk bangsa ini kedepannya. Namun, apabila generasi mudanya saat ini bersifat cuek dan tidak peduli terhadap lingkungannya serta bersifat konsumtif tanpa produktif maka tunggu saja kehancuran dari bangsa tersebut. Karena kepada generasi muda inilah nantinya yang akan meneruskan bangsa ini maka diharapkan kepada pemerintah untuk memperhatikan generasi mudanya disemua aspek terutama dalam hal kebutuhan dasarnya.
Ketika kebutuhan dasar telah terpenuhi maka seseorang tersebut dapat berfikir dengan jernih tanpa harus memikirkan besok harus makan apa lagi. Karena jika kebutuhan dasar belum terpenuhi maka bagaimana mungkin mereka dapat berfikir dengan baik jika cacing-cacing yang ada didalam perut mereka terus berisik? Untuk itu, diharapkan pemerintah untuk dapat memenuhi kebutuhan dasar masayarakatnya terlebih dahulu. Memang ini seperti lingkaran setan yang tidak ada ujungnya. Jika mereka miskin, maka mereka tidak memperoleh akses untuk makanan yang sehat dan bergizi. Jika makanan yang mereka makan tidak bergizi dan tidak sehat maka mereka akan rentan terhadap penyakit dan ini akan membuat mereka terganggu untuk sekolah. Jika mereka tidak bersekolah maka mereka tidak memilki kemampuan dan keahlian sehingga menyulitkan bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Dan pada akhirnya membuat mereka menjadi miskin. Hal inilah yang terus menerus terjadi. Seperti lingkaran setan.
Salah satu cara yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk memotong lingkaran setan tersebut yaitu memberikan beasiswa kepada anak-anak miskin yang memilki kemampuan akademik yang nantinya diharapkan dapat memutuskan lingkaran setan tersebut. Karena untuk dapat bersaing dengan Negara lain kita diharuskan memilki pemikiran yang kritis agar kita tidak mudah terbawa arus tanpa memiliki pegangan yang kuat. Selain itu kita juga dituntut untuk dapat berfikir secara kreatif agar bangsa kita nantinya tidak hanya sebagi bangsa yang konsumtif namun sebagai bangsa yang produktif. Hanya dengan pendidikan kita dapat berfikir kritis dan kreatif, sehingga nantinya masyarakat kita mampu keluar dalam lingkaran setan kemiskinan dan juga mampu keluar dalam lingkaran setan perekonomian yang saat ini telah memperbudak kita untuk menjadi konsumtif. 
Semoga dengan banyaknya generasi-genersi muda yang telah/sedang kuliah diluar negeri ini mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi di negeri ini. sehingga kedepannya Negara ini mampu bersaing dengan Negara-negara lain di dunia. Karena kedepannya tantangan semakin berat. Dan semoga generasi-generasi muda bangsa ini memilki semangat juang yang tinggi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi di negeri ini. tidak ada yang tidak mungkin dilakukan jika kita semua sudah bergandengan tangan dan memiliki tekad yang kuat untuk membangun bangsa ini menjadi bangsa yang kuat dan mandiri. Semoga saja.

By : Syofia Agustini
Penulis adalah mahasiswa pasca sarjana IPB dengan program studi ilmu perencanaan pembangunan wilayah dan perdesaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya Perencanaan Pendidikan Anak Sejak Dini

Harapan di Pulau Sabu