Harapan di Pulau Sabu

Pembangunan merupakan kewajiban yang dilakukan oleh pemerintah. Namun, dalam melakukan pembangunan ini diperlukan kerjasama semua pihak agar tercapai dari tujuan pembangunan tersebut. Tujuan dari pembangunan yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi ketimpangan antar daerah. Salah satu program dari pemerintah dalam menanggulangi ketimpangan antar daerah yaitu dengan membangun daerah 3T. Apa itu daerah 3T? Daerah 3T merupakan daerah kabupaten yang wilayah serta masyarakatnya kurang berkembang dibandingkan dengan daerah lain. Kriteria daerah yang ditetapkan sebagai tertinggal yaitu berdasarkan indikator (a) perekonomian masyarakat, (b) sumber daya manusia, (c) sarana dan prasarana, (d) kemampuan keuangan daerah, (e) aksesibilitas, (f) karakteristik daerah.

Pembangunan di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) merupakan salah satu program prioritas yang masuk ke dalam Nawacita Presiden Joko Widodo. Dalam Peraturan Presiden Nomor 131 Tahun 2015 Tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015-2019, berjumlah 122 kabupaten yang masuk kedalam daerah tertinggal. Serta 41 Kabupaten/Kota yang masuk dalam wilayah perbatasan tahun 2015-2019 sesuai dengan lokasi prioritas Badan Nasional Pengelola Perbatasan. Dalam membangun daerah perlu diperhatikan kondisi geografis, karena tidak semua wilayah di Indonesia memiliki kondisi geografis yang sama apalagi Indonesia merupakan negara kepulauan yang tersebar dari sabang sampai marauke. Berdasarkan kondisi tersebut perlu upaya yang kuat dalam membangun daerah 3T, apalagi di pulau-pulau kecil infrastrukturnya masih sangat minim sekali.

Membangun daerah apalagi daerah 3T tidaklah mudah dan diperlukan kerjasama semua pihak dalam membangunnya. Dalam membangun daerah perlu dilakukan beberapa hal seperti berikut ini yaitu:
  1. Identifikasi lokasi
Kenapa di perlukan identifikasi lokasi? Karena jika tidak dilakukan identifikasi maka dikhawatirkan tidak tepat sasaran dan tidak terimplementasi dengan baik. Sebelum melakukan identifikasi, kita memerlukan data-data yang akurat terkait dengan daerah-daerah mana saja yang masuk ke dalam wilayah 3T, dan data tersebut sampai ke level desa. Karena perkembangan antara desa yang satu dengan yang lainnya bisa jadi tidaklah sama, walaupun dalam satu kecamatan yang sama. Maka untuk itu diperlukan data wilayah 3T untuk sampai ke level desa.


Salah satu potret desa di Pulau Sabu

Ketika misalnya data hanya sampai level kecamatan saja, dan ketika diberikan intervensi di kecamatan tersebut dan di dalam satu kecamatan terdiri dari beberapa desa, ketika tidak ada data spesifik terkait desa yang perlu dilakukan intervensi tersebut, bisa jadi dalam melakukan intervensi tidak tepat sasaran yaitu diberikan ke desa A sedangkan yang membutuhkan desa B, maka hal ini menyebabkan intervensi yang diberikan tidak optimal. 
Setelah itu perlu di lakukan identifikasi sumberdaya berdasarkan lokasi. Identifikasi ini tujuannya untuk mengidentifikasi lokasi-lokasi dari daerah berdasarkan sumberdaya yang dimiliki. Karena setiap daerah memiliki spesifik sumberdaya daerahnya masing-masing. Membangun daerah harus memanfaatkan sumberdaya yang ada di daerah tersebut dengan tujuan dapat meningkatkan perekonomian daerah.

Setiap daerah memiliki keunikannya masing-masing. Seperti misalnya daerah tersebut terlihat kering tapi bukan berarti daerah tersebut tidak ada potensi daerah yang bisa dikembangkan. Sabu Raijua misalnya, daerah ini merupakan salah satu daerah yang masuk kedalam daftar daerah 3T. Jika diperhatikan lebih jauh ternyata wilayah Sabu Raijua tersebut menyimpan bentangan keindahan alam yang bisa dimanfaatkan sebagai tujuan wisata, baik sebagai wisata alam maupun sebagai wisata budaya. 

Salah satu potret sudut bentangan alam Sabu Raijua
Kabupaten Sabu Raijua merupakan salah satu kabupaten yang terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Untuk mencapai kabupaten ini terdapat beberapa alternatif perjalanan, yaitu bisa menggunakan kapal feri dari Dermaga Bolog di Kupang dan alternatif kedua menggunakan pesawat Susi air dari bandara El Tari Kupang menuju Lapangan Udara Terdamu di Kecamatan Sabu Barat. Perjalanan menggunakan kapal feri berkisar 12 sampai 13 jam sedangkan menggunakan pesawat Susi Air bisa sekitar satu jam perjalanan.

Pesawat Susi Air salah satu transportasi menuju Pulau Sabu
         2.  Pemberian Tools

Setelah melakukan identifikasi lokasi dan potensi sumberdaya yang dimiliki oleh daerah tersebut maka diperlukan untuk tahap selanjutnya yaitu pemberian intervensi. Intervensi ini bisa dilakukan dalam bentuk pemberian tools baik berupa pemberian alat untuk mendukung peningkatan nilai tambah dari sumberdaya yang dimiliki maupun dalam bentuk pelatihan ataupun pendampingan kepada masyarakat. 

Jika ingin mengembangkan wisata, maka diperlukan pelatihan dan pengembangan sumberdaya masyarakatnya. Karena salah satu kunci keberhasilan dalam mengembangkan wisata yaitu terletak pada SDM yang mengelolanya, yang memerlukan SDM yang terampil yang terus menerus dikembangkan. Maka untuk itu diperlukan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat terkait dengan bagaimana cara mengelola wisata dan juga diperlukan infrastruktur yang mendukung kegiatan wisata tersebut.

Wisata Indonesia selalu menarik untuk di kunjungi oleh para wisatawan, baik wisatawan dalam negeri maupun wisatawan luar negeri. Salah satu wilayah 3T yang memiliki potensi wisata yang bisa dikembangkan kedepannya yaitu di Sabu Raijua berupa wisata alam yang bernama Kelabba Madja. Kelabba Madja merupakan wisata alam seperti bukit-bukit yang di lukis warna-warni yang begitu indah dan menakjubkan. 

Wisata alam Kelabba Madja

Menurut aku, di Kelabba Madja ini diperlukan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata ini serta juga diperlukan peningkatan akses infrastrukturnya. Waktu bulan Februari 2019 lalu saya kesini, jalan menuju wisata ini masih belum terlalu baik, belum semuanya jalan aspal. Namun, untuk fasilitas umum seperti toilet dan tempat sampah sudah disediakan di sini. Selain itu juga ada tempat seperti saung untuk wisatawan beristirahat.

Kedepannya jika dikembangkan dengan baik, wisata alam Kelabba Madja ini bisa menjadi salah satu potensi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dan daerah. Apalagi jika dipaketkan dengan wisata budaya, maka para wisatawan akan semakin tertarik untuk mengujungi tempat tersebut. Selain wisata alam Kelabba Madja, Sabu juga memiliki daya tarik pantai yang sangat indah.

                       Sunset di Pantai Pulau Sabu
   3. Adanya market

Setelah melakukan identifikasi potensi daerah yang akan dikembangkan, dan kemudian dilanjutkan dengan pemberian tools baik berupa alat pendukung ataupun pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat, maka selanjutnya diperlukan pasar. Misalnya seperti ini, suatu daerah memiliki potensi kopi yang bisa dikembangkan dan kemudian untuk menambah nilai jual dari kopi tersebut diperlukan alat pengolah kopi agar yang dijual tidak berupa biji kopi tapi bubuk kopi sehingga memiliki nilai tambah yang dijual dari produk yang dihasilkan tersebut.

Setelah produknya ada dan memiliki nilai tambah, maka diperlukan pasar dari produk yang telah dihasilkan tersebut. Karena apabila tidak ada pasar maka produk yang telah dihasilkan tersebut tidak mampu juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan daerah. Peran pasar disini sangat penting sekali. Dan sebaiknya pasar sudah harus diketahui ketika mengidentifikasi potensi daerah.

   4.   Hubungan antar desa/ kewilayahan

Berbicara membangun suatu daerah dan apalagi daerah 3T, diperlukan pembangunan dalam konteks kewilayahan. Maksudnya yaitu diperlukan hubungan antar desa satu dengan desa lainnya atau hubungan antar daerah satu dengan daerah lainnya. Tujuan adanya hubungan antar daerah ini agar semakin mempercepat dalam pembangunan daerah tersebut.

Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan kerjasama saling bersinergi antara pemerintah daerah, pusat dan kementerian/ Lembaga terkait. Serta juga diperlukan kerjasama dengan pihak swasta. Seperti halnya Kemeterian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDT) telah melakukan kerjasama dengan pihak swasta yaitu dengan mengajak pelaku usaha untuk berinvestasi di wilayah perbatasan seperti yang telah dilakukan dengan KORINDO. KORINDO telah berkontribusi dalam menyerap tenaga kerja, pembangunan infrastruktur serta mendukung mendirikan fasilitas Pendidikan dan medis untuk masyarakat Papua. Sehingga dengan dukungan semua pihak maka akan terwujud Perubahan Untuk Indonesia yang Lebih Baik. Dan Bangun Perbatasan Jadi Terasnya Indonesia bukanlah menjadi mimpi belaka saja melainkan bisa kita wujudkan secara bersama-sama.


Komentar

  1. setuju dengan mba fia. karena untuk mencapai tujuan pembangunan daerah memerlukan kerjasama saling bersinergi antara pemerintah daerah, pusat dan kementerian/ Lembaga terkait. .
    Tulisannya bagus mba, lanjutkan! :) :)

    BalasHapus
  2. Semoga bisa menjadi perhatian para pelaku ekonomi, wisata, serta pemangku kebijakan baik di pusat maupun di daerah ya. Membangun sangat membutuhkan keseriusan daripada pihak. Terutama setelah proses pembangunan itu sendiri. Banyak pembangunan SDM dan Infrastruktur menjadi gagal karena tidak adanya kesinambungan dan totalitas kerjasama semua pihak, terutama pemerintah pusat dan daerah.
    Sukses terus mba sofia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih ya. Semoga kedepannya semakin terbangun sinergi antara pemerintah pusat, daerah dan pihak swasta dalam membangun daerah 3T.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya Perencanaan Pendidikan Anak Sejak Dini