#MahakaryaAyahIbu –Malaikatku-
Malam ini ditemani dengan iringan
musik, aku mencoba menulis tentang malaikatku. Mama dan papa merupakan malaikat
bagiku dan juga bagi adik-adikku. Aku merupakan anak sulung dari tiga
bersaudara. Aku dan adik-adikku bukanlah anak-anak yang terlahir dari keluarga
kaya yang serba berkecukupan apapun yang di inginkan ada. Namun, dengan
keterbatasan inilah yang selalu menjadi api pembakar semangat, semangat
anak-anak desa yang memiliki cita-cita agar bisa menjadi bagian dalam membangun
negeri ini, menjadi negeri yang semakin kokoh.
Semua itu dikarenakan mama dan papa yang selalu mendukung. Mama dan papa
selalu mengajarkan nilai-nilai kehidupan kepada anak-anaknya.
Bercerita
tentang malaikatku, maka membuka kembali memori-memori masa kecilku. Bagiku
mama dan papa merupakan sosok orang tua yang terbaik di dunia ini. Beliau
adalah anugerah terindah dalam hidupku. Beliau adalah malaikat bagiku. Jika aku
telah menjadi seorang ibu nanti aku ingin menjadi sosok ibu seperti mama. Mama
yang selalu ada untuk anak-anaknya. Mama yang selalu melihat perkembangan
anak-anaknya. Mama yang selalu menjadi pendengar terbaik anak-anaknya. Mama
merupakan sahabat terbaik bagi aku dan adik-adikku. Mama yang selalu berkata kepada aku dan
adik-adikku bahwa tidak ada yang bisa mama dan papa berikan selain ilmu, dengan
ilmu kita dapat menjadi seorang yang kokoh, bisa berdiri dikaki sendiri bahkan
dengan ilmu tersebut kita bisa memberikan manfaat kapada lingkungan bahkan
dunia. Ilmu yang dimiliki dapat menjadi sayap untuk dapat terbang melihat
belahan dunia lainnya. Mama yang hampir setiap hari mengatakan kepada aku dan
adik-adikku “belajarlah dengan rajin, belajarlah dengan tekun, mama dan papa
tidak dapat mewariskan harta yang banyak, hanya pendidikan yang dapat mama dan
papa berikan”. Kata-kata mama inilah
yang selalu menjadi alarm bagiku ketika aku berada di titik bawah yang membuat semangat
kembali muncul. Mama selalu menjadi garda terdepan jika ada hal yang berhadapan
dengan pendidikan. Pendidikan selalu menjadi nomor satu.
Dok. Pribadi
“Papa” merupakan
panggilan untuk ayahku. Berbicara tentang papa tidak akan ada habisnya untuk
diceritakan. Papa merupakan cinta pertamaku. Papa merupakan sosok ayah yang
begitu kuat, tangguh dan kokoh tak tertandingi. Papa yang selalu memberikan
senyum terindah kepada aku, adik-adik dan mama. Papa merupakan seorang ayah
yang tidak pernah marah, yang selalu berbicara lembut dengan anak-anaknya. Sesibuk
apapun, papa selalu menyempatkan untuk makan bersama dengan keluarga. Papa
selalu mengatakan tidak enak jika makan sendiri. Jadi kami selalu membiasakan
untuk makan bersama. Pada saat moment
makan bersama inilah tempat papa mengetahui perkembangan aku dan adik-adikku. Pada
saat makan bersama kami akan bercerita tentang topik apapun, mulai dari tentang
perkembangan sekolah, tentang aktivitas yang telah dilakukan dan tentang cerita
lainnya. Papa yang selalu berpesan kepada aku dan adik-adikku “berbuat baiklah
kepada semua orang, apa yang telah kita perbuat kepada orang lain tersebut akan
kembali kepada diri kita sendiri, karena sebenarnya kita telah berbuat untuk diri
kita sendiri, maka jangan pernah takut untuk selalu menebarkan kebaikan ya nak”.
Sekarang,
tanpa terasa waktu terus berjalan. Aku telah tumbuh dewasa. Walaupun demikian,
aku tetaplah seorang anak gadis kecil papa. Anak gadis kecil yang selalu
menceritakan semua aktivitas yang telah dan akan dilakukan kepada
malaikat-malaikatnya. Bagiku, aku akan tetap menjadi seorang anak gadis kecil
yang selalu meminta restu dan doa kepada mama dan papa. Berkat doa dan restu
mama dan papa lah aku bisa menjadi seperti sekarang ini. Detik pada saat aku
menulis ini, aku sedang berjuang untuk menyelesaikan pendidikan magisterku. Terima
kasih atas pelajaran hidup yang selalu mama dan papa berikan. Pelajaran hidup
yang membuat aku dan adik-adik selalu bisa menjadi pribadi yang semakin kokoh. Aku
dan adik-adik akan selalu memberikan mahakarya terbaik untuk mama dan papa.
Bagi aku dan adik-adik, mama dan papa adalah malaikat kokoh tak tertandingi
yang selalu ada di hati.

Komentar
Posting Komentar