Melampaui Batas
Malam ini dengan ditemani iringan musik, saya mencoba mengingat kembali moment bersejarah yang telah saya alami 5 hari yang lalu yaitu tepat pada tanggal 17 Juli 2017. Pada hari tersebut saya mencoba untuk melampaui batas kemampuan saya. Iya, ini kali pertama saya mengikuti konferensi internasional sebagai presenter yaitu mempresentasikan atau memaparkan hasil penelitian dihadapan para peneliti lainnya. Sebenarnya ini merupakan modal nekat saja saya mengikuti konferensi internasional ini, karena saya masih merasa terkendala dengan bahasa inggris. Sebenarnya saya ingin sekali mengikuti konferensi-konferensi internasional tersebut. Namun, selalu saja saya sudah merasa tidak bisa duluan dikarenakan masih merasa bahasa inggris saya masih belum lancar untuk berbicara dihadapan banyak orang apalagi di forum ilmiah. Dan pada akhirnya saya memberanikan diri mengirimkan abstrak untuk konferensi internasional tersebut. Benar sekali, diluar dugaan ternyata abstrak saya diterima untuk dipresentasikan. Ketika membuka email dan diemail tersebut tertera bahwa saya diterima sebagai presenter ini merupakan moment yang rasanya campur aduk sekali. Disatu sisi saya merasa senang sekali, karena abstrak paperditerima padahal ini adalah kali pertama saya mencoba mengirim abstrak paper untuk mengikuti konferensi internasional. Sedangkan disisi lain, mulai perasaan takut tersebut muncul. Iya, saya sangat takut sekali karena takut tidak bisa memaparkan dengan menggunakan bahasa inggris yang baik dan juga takut sekali nantinya akan memalukan kampus karena diforum ini saya tidak hanya membawa nama saya sendiri namun juga membawa nama pembimbing dan juga membawa nama kampus. Saya sangat takut sekali, takut memalukan kampus saya. Namun, saya mencoba untuk selalu menguatkan diri saya dan juga berfikiran positif, karena saya selalu berfikiran, fikiran kita sangat berpengaruh sekali dengan diri kita. Ketika kita mengatakan diri kita tidak bisa, maka itu akan benar-benar membuat diri kita tidak bisa. Namun, ketika kita mengatakan kita bisa maka kita akan bisa. Akan selalu ada jalannya untuk kita bisa melakukannya.
email pemberitahuan diterima untuk oral presentasi -dok. Pribadi-
Tibalah waktunya untuk mempresentasikan tersebut. Saya mendapatkan jadwal presentasi pukul 15.30 wib di sesi pertama. Sebelumnya saya sempat mencari tahu dulu, backgroud presenter yang satu sesi dengan saya tersebut. Dan ternyata semuanya adalah dosen, cuma saya saja yang mahasiswinya. Melihat fakta ini saya menjadi takut lagi, apa saya bisa? apa saya bisa? ini terus yang muncul dipikiran saya. Namun, sekuat tenaga saya mencoba menepiskan pikiran-pikiran tersebut. Saya mencoba melawan perasaan takut tersebut. Karena saya berpikiran, jika saya terus begini dan terus mengatakan saya tidak bisa kapan saya mencobanya? kapan saya bisa merasakan menjadi presenter diforum ilmiah jika saya tidak mencoba untuk memulainya. Kemudian saya terus berpikiran positif terhadap diri saya dan mengatakan bahwa saya bisa. Apapun itu nanti yang terjadi, setidaknya saya telah mencoba dan disini saya belajar. Jika saya tidak mencobanya maka sampai kapanpun saya tidak akan bisa merasakan sebagai presenter di konferensi internasional tersebut. Dan diluar dugaan, saya bisa mempresentasikan hasil penelitian saya tersebut, walaupun masih terasa nervous-nya namun semuanya berjalan dengan lancar. Ya, diluar dugaan saya banget, semuanya tidak seperti yang saya bayangkan, semuanya tidak setakut yang saya bayangkan sebelumnya. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar. Walaupun masih agak terbata-bata, namun tetap berjalan dengan lancar. Ketika saya memperkenalkan diri bahwasannya saya masih mahasiswa dan moderatornya pun berdecak kagum karena saya sendiri yang statusnya masih mahasiswa, bisa dikatakan juga dari seluruh presenter di konferensi internasional tersebut saya presenter termudanya. Dan lihat foto dibawah ini, ini moment ketika saya menpresentasikan hasil penelitian tersebut. Sudah terlihat bukan difoto ini raut wajah bahagianya? Sama sekali tidak menakutkan seperti yang saya bayangkan sebelumnya.
dok.pribadi
Banyak sekali pelajaran yang sama peroleh pada kesempatan ini. Saya sangat sangat bersyukur sekali karena telah diberikan kesempatan oleh-Nya dan dimudakan jalannya untuk mengikuti kegiatan ini, terutama dalam hal memberikan kekuatan kepada diri saya sendiri untuk melakukannya. Jika waktu itu saya tidak berani untuk memulainya, maka sampai detik ini pun saya akan selalu mengatakan diri saya tidak bisa, sehingga saya akan melewatkan banyak kesempatan-kesempatan baik sebagai ruang saya untuk belajar tersebut. Dan setelah mencoba untuk pertama kalinya tersebut, saya merasa ketagihan untuk mengikuti konferensi internasional lagi. Sungguh, ini menyenangkan sekali. Sangat sangat menyenangkan. Dan saya sekarang sudah memasangkan target, semoga tahun depan saya sudah bisa menjadi presenter dikonferensi internasional yang diadakan di Eropa. Semoga saja. Sesungguhnya tidak ada yang tidak mungkin, jika kita selalu berusaha dan berdoa. Semuanya akan selalu ada jalannya.
Memang benar sekali, ketika kita tidak mencobanya maka kita akan selalu berada didalam bayang-bayang ketakutan, berada dalam bayang-bayang merasa bahwa diri kita tidak mampu dan tidak bisa. Jika kita terus seperti ini, maka sampai kapanpun kita memang benar-benar tidak bisa. Namun, dengan satu langkah kecil tersebut yaitu "dengan mencoba" maka sebenarnya kita telah melepaskan ikatan kuat ketakutan yang melekat di diri kita tersebut. Sesungguhnya tidak ada yang bisa merubah diri kita, kecuali diri kita sendiri. Dan pada hari itu, saya telah membuktikannya sendiri bahwa semua ketakutan tersebut tidak seperti yang dibayangkan, tidak seseram yang saya bayangkan sebelumnya. Malah ini membuat saya menjadi ketagihan untuk mengikuti kegiatan ini terus. Saya merasa saya telah menemukan jiwa saya disini. Karena disini kita akan bertemu dengan banyak orang dengan pakarnya masing-masing, dan ini merupakan media untuk kita bisa saling bertukar pengalaman. Dan disinilah saya belajar, sesungguhnya tidak ada yang salah, yang ada bahwa kita sama-sama belajar. Kita tidak akan belajar jika kita mencobanya. Dengan starting point tersebut saya jadi mengetahui titik-titik kekurangan yang perlu saya perbaiki untuk kedepannya supaya bisa menjadi lebih baik lagi.
Jadi, jangan batasi diri teman-teman. Lampaui lah batas diri teman-teman tersebut. Kita harus berani untuk mencoba dan memulainya, karena kita tidak akan pernah tahu kemampuan kita sampai kita mencobanya. Jika kita sudah mengatakan bahwa kita tidak bisa, maka hal tersebut benar-benar terjadi, kita benar-benar tidak bisa untuk melakukannya selamanya. Padahal sebenarnya kita memiliki kemampuan tersebut, namun diri kita sendiri telah membatasinya dengan mengatakan kita tidak bisa maka kita akan selalu berada dititik tersebut, kita tidak bisa untuk maju walaupun hanya selangkah saja. Hanya satu yang bisa melepaskan ikatan ketakutan tersebut yaitu kita memulai satu langkah untuk mencobanya. Dengan satu langkah kecil inilah yang nantinya bisa membawa kita kehal-hal besar lainnya. Hal-hal yang sepertinya sangat sulit sekali untuk kita wujudkan. Namun, lambat laun itu semua bisa terwujud jika kita selalu untuk mencoba untuk mewujudkannya dan berdoa. Semua hanya masalah waktu saja. Mari lampaui batas diri kita dengan mencobanya, sesungguhnya kita memiliki kemampuan diluar batas yang kita pikirkan jika kita mau mencoba dan memulainya. Ya, kita hanya butuh untuk mencoba dan memulainya. Apapun nanti hasilnya setidaknya kita telah mencoba untuk memulainya. Keep Fighting..


Komentar
Posting Komentar